Judul : Hujan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2016
Tebal halaman : 320 halaman
ISBN : 978-602-03-2478-4
Novel berjudul Hujan karya Tere Liye yang berhasil menduduki predikat Best Seller. Mengisahkan dunia di masa depan yang penuh akan kecanggihan teknologi membuat buku ini menarik perhatian banyak orang, saya khususnya. Saya sudah membeli buku ini dari 2021 namun baru selesai tahun 2023, sempat berhenti membaca novel ini karena sempat tidak tertarik dengan alurnya yang membingungkan. Setelah itu saya membaca lagi novel ini dari awal, banyak cerita yang terlupakan, namun setelah saya baca-baca lagi, banyak pengetahuan ilmiah yang dapat menambah wawasan. Hujan adalah karya terlaris Tere Liye yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Novel setebal 320 halaman menceritakan tentang persahabatan, cinta, perpisahan, melupakan, dan hujan. Tidak heran banyak yang membaca karena setiap ceritanya memiliki keseruan masing-masing. Novel ini sangat menyentuh dan punya amanat yang dalam. Kita bisa belajar bahwa bukan melupakan yang jadi masalah, tetapi menerima. Barang siapa yang menerima maka dia akan bisa melupakan, tapi jika dia tidak bisa menerima maka dia tidak pernah bisa melupakan.
Pada tahun 2042, dunia telah memasuki era dimana peran manusia digantikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi canggih. Cerita ini berfokus pada seorang gadis bernama Lail, berusia 13 tahun yang pada hari pertamanya ke sekolah harus mengalami bencana gunung meletus dan gempa dahsyat. Bencana ini menghancurkan banyak tempat dan merenggut nyawa kedua orang tuanya. Saat itu ada seorang pemuda 15 tahun yang menyelamatkannya, bernama Esok. Akibat bencana itu Esok juga kehilangan empat saudaranya. Esok masih memiliki seorang ibu, namun kedua kakinya harus diamputasi.
Sejak saat itu hubungan Lail dan Esok menjadi dekat layaknya kakak adik yang tak terpisahkan, selama setahun setelah bencana tersebut mereka tinggal di pengungsian. Mereka kerap membantu petugas pengungsian sehingga banyak orang di pengungsian yang mengenal mereka. Setelah pengungsian ditutup Lail dan Esok berpisah, Lail tinggal di panti sosial dan Esok menjadi anak angkat wali kota. Selama tinggal di panti sosial Lail berteman akrab dengan Maryam, teman sekamarnya yang penuh semangat dan ceria. Pada awalnya berjalan lancar, Esok dan Lail bertemu, menceritakan aktivitas mereka dan berjalan-jalan, sayangnya jadwal pertemuan mereka berubah karena Esok harus harus meneruskan pendidikannya di ibu kota. Hal ini membuat mereka bertemu saat liburan semester.
Lail berusaha menyibukkan diri. Bersama Maryam mereka bergabung menjadi relawan di sebuah organisasi dengan status menjadi relawan paling muda. Tak hanya muda, mereka meraih banyak prestasi. Saat itu mereka ditugaskan di Sektor 2, dimana ada dua kota kembar yang terletak di hulu dan hilir berjarak 50 km. Bendungan hulu retak sehingga dikhawatirkan akan jebol dan menghancurkan dua kota itu. Lail dan Maryam memberi peringatan ke kota hilir. Berkat aksi heroik Lail dan Maryam mereka bisa menyelematkan kota hilir dan mendapatkan penghargaan.
Kesibukaannya membuat mengalihkan rasa rindunya pada Esok. Semakin lama Lail dan Esok menjadi jarang berkomunikasi dan hubungan keduanya pun menjadi renggang. Singkat cerita, Esok terlibat projek kapal antariksa teknologi paling mutakhir yang akan membawa penduduk bumi ke luar angkasa untuk menghindari bencana dahsyat yang akan melanda bumi kelak. Tapi tidak semua penduduk bumi bisa naik, karena dipilih secara acak. Dan Esok mempunyai dua tiket. Suatu hari wali kota meminta pada Lail untuk memberikan tiket nya kepada anak perempuannya, yaitu Claudia. Karena wali kota memperkirakan Esok akan mengasih tiketnya kepada Lail. Hal ini menimbulkan kesalahpahaman, Lail sudah cukup dewasa untuk memahami bahwa ia memiliki rasa terhadap Esok. Disisi lain, ia pun membutuhkan kepastian. Sehari sebelum pengumuman dari pemerintah. Tidak ada kabar dari Esok, hal ini membuat perasaan Lail menjadi kacau. Lail memutuskan untuk pergi ke pusat terapi syaraf dengan tujuan untuk menghilangkan semua kenangan tentang Esok. Maryam yang menyadari akan hal itu ia segera menyusul Lail.
Ternyata Esok sedang melakukan proses pemindahan data sehingga ia tidak sempat menghubungi Lail, sayangnya pemindahan data tidak bisa dibatalkan, saat Maryam sampai ia segera mengetok ruangan itu dan berusaha masuk namun tidak bisa, ruangan itu memiliki pengaman yang kuat. Maryam segera menghubungi Esok, saat Esok mengangkat telepon darinya Maryam segera menceritakan semuanya dan menyuruh Esok untung pergi ke pusat terapi syaraf. Esok langsung pergi dengan kecepetan penuh. Saat Esok sampai ia langsung berusaha membuka pintu namun semua sia-sia, tidak ada yang bisa dilakukan mereka selain menunggu. Lail keluar, Esok langsung memeluknya dan meminta maaf karena tidak memberi kabar. Hening sejenak, dan Lail ternyata masih mengingat Esok. Disaat mesin ingin menghapus ingatan Lail, ia memeluk ingatan itu semua dan benang-benang itu yang awalnya merah berubah menjadi hijau, kenangan itu menjadi kenangan baik. Dan kenangan yang menyedihkan akan terhapus. Dua tiket itu Esok kasih ke Claudia dan ibunya, Lail dan Esok menikah di tengah terik matahari dan melewati musim panas bersama sama.
Novel ini memang bukan bacaan yang mudah. Harus beripikir keras untuk mengerti alurnya. Dan penyelesaian dari konfliknya bertele-tele sehingga pembaca jenuh. Namun novel Hujan karya Tere Liye sangat membuat penasaran, banyak membahas ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat menambah pengetahuan, serta karakter karakter yang menarik. Esok di umurnya yang terbilang muda ia sangat pintar, mendapatkan pendidikan di ibu kota, menciptakan pesawat antariksa, mobil terbang, kendaraan tanpa sopir dan Esok termasuk ilmuwan, yang biasa disebut Soke Bahtera. Lail yang fokus dengan tujuan nya dan tidak pantang menyerah. Dan tokoh-tokoh lainnya. Banyak pesan yang dapat di ambil dari novel ini, manusia tidak boleh merusak alam karena akan berdampak langsung pada manusia itu sendiri.
Diulas oleh Felisha Rizqy Nindita, 8C
