The Kite Runner
“Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan, untuk menentukan apa jadinya diriku. Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku. Atau, aku bisa melarikan diri. Akhirnya, aku melarikan diri.”
Khaled Hosseini
Satu Hari Bersamamu
“Ini kisah sebuah keluarga dan, karena ada keterlibatan sesosok hantu, kau bisa menyebutnya cerita hantu.”
Mitch Albom
Poirot’s Early Cases
“HERCULE POIROT” detektif terhebat abad ke dua puluh, dia memulai kariernya yang cemerlang dengan memecahkan 13 kasus salah satunya adalah “WARISAN LEMESURIER” Itu adalah kasus yang menurut saya paling seru dan menegangkan tentang seseorang yang rela membunuh anak sendiri demi membuktikan adanya kisah kutukan yang menimpa keluarga Lemesurier. Dia hampir membunuh semua keturunannya degan cara yang berbeda-beda dan sangat akurat dan penuh perhitungan.
Hujan
Novel berjudul Hujan karya Tere Liye yang berhasil menduduki predikat Best Seller. Mengisahkan dunia di masa depan yang penuh akan kecanggihan teknologi membuat buku ini menarik perhatian banyak orang, saya khususnya. Saya sudah membeli buku ini dari 2021 namun baru selesai tahun 2023, sempat berhenti membaca novel ini karena sempat tidak tertarik dengan alurnya yang membingungkan. Setelah itu saya membaca lagi novel ini dari awal, banyak cerita yang terlupakan, namun setelah saya baca-baca lagi, banyak pengetahuan ilmiah yang dapat menambah wawasan. Hujan adalah karya terlaris Tere Liye yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Novel setebal 320 halaman menceritakan tentang persahabatan, cinta, perpisahan, melupakan, dan hujan. Tidak heran banyak yang membaca karena setiap ceritanya memiliki keseruan masing-masing. Novel ini sangat menyentuh dan punya amanat yang dalam. Kita bisa belajar bahwa bukan melupakan yang jadi masalah, tetapi menerima. Barang siapa yang menerima maka dia akan bisa melupakan, tapi jika dia tidak bisa menerima maka dia tidak pernah bisa melupakan.
Rindu
Apakah arti memiliki ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalan arti cinta, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak. Menuntut apapun ?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang kenginan melupakan saat kami rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja? Ini adalah kisan tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya di sayangi, tentang kehilangan kekasih hati, tentang cinta sejati, tentung kemunafikan, lima kisah dalam sebuan perjalanan panjang kerinduan
Bulan
Cerita yang disuguhkan dalam buku ini dapat menyentuh perasaan bagi pembacanya. Semua tokoh yang tergambarkan dalam buku ini memiliki bagiannya masing-masing, terlebihnya tokoh-tokoh utama, Raib, Ali, Seli, dan Ily yang mana mereka semua mempunyai karakter yang sama kuatnya. Novel ini juga memiliki ketertarikan tersendiri. Buku ini memiliki cerita yang amat sederhana, sekadar mencari bunga matahari, tetapi penulisnya mampu menjadi cerita yang mengesankan dengan latar tempat dan waktu yang bagus. Dengan hal tersebut, imajinasi para pembaca dibuat seakan bermain pada tiap ceritanya. Penulis buku yang luar biasa ini bernama Tere Liye. Tere Liye adalah penulis dan akuntan berkebangsaan Indonesia yang memulai karirnya pada tahun 2005 melalui novel “Hafalan Sholat Delisa”. Sepanjang karirnya yang sekarang sudah 18-19 tahun, Ia telah menerbitkan sekitar 50 buku. Tere Liye telah menerima beberapa penghargaan sebagai penulis, yaitu IKAPI AWARD kategori Penulis Tahun Ini tahun 2016, Islamic Book Award tahun 2017, dan Buku Islamic Terbaik Fiksi Dewasa tahun 2017.
The House of Light
Novel ini berkisah tentang Bonni dan Granda, yang hidup di negeri ini, menjaga diri mereka sendiri, dan keluar dari masalah. Hingga suatu hari, Bonni pergi mengais-ngais dipantai dan menemukan sebuah perahu dayung tua, dan seorang bocah lelaki tidak memakai alas kaki. Dia kedinginan, kelaparan dan membutuhkan tempat berlindung. Bonni tahu itu kejahatan, apabila dirinya membantu bocah asing itu, tetapi dia tidak bisa meninggalkannya hingga ditemukan oleh penjaga perbatasan.
Semakin lama Bonni merawat anak lelaki ini, yang telah melakukan perjalanan melintasi lautan untuk awal yang baru, semakin sering pula Bonni merindukan kebebasannya sendiri, mungkin inilah saatnya untuk keluar dari kegelapan dan berlayar menuju rumah cahaya.
Zula’s Story
Dunia anak merupakan dunia yang penuh cerita, semangat, dan hampir tak mengenal kata lelah. Pada cerita berjudul “Zula’s Story”, tokoh Zula digambarkan sebagai sosok yang hectic. Berbagai kegiatan dijalani Zula seperti shooting, pemotretan, wawancara dengan wartawan, mengunjungi acara sosial, hingga kegiatan belanja baju untuk acara penghargaan. Zula selalu semangat menjalani hari-hari baik untuk urusan sekolah ataupun urusan nonakademis walaupun ibunya sudah meninggal. Ia bertekat menjadi anak baik yang membahagiakan ibunya di alam akhirat. Selain itu, Zula juga suka membaca, setiap ayahnya bepergian, ia meminta oleh-oleh buku. Penulis buku dapat menggambarkan kesibukan tokoh Zula dengan detail. Hal itu dikarenakan penulisnya memang bertabur prestasi. Rizky sering menjuarai menyanyi dan menari.
Ayahku (Bukan) Pembohong
“Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh sayang padanya?”
Tere Liye
Muhammad Al-Fatih 1453
“In the old times the west attacked to the east, but these days the world has changed. So, I will invade the west from the east to form a single empire, a single religion, and a single rule over the world.”
Felix Siauw
Hello
Berkisah tentang seorang arsitek hebat yang keahliannya sudah diakui banyak orang bernama Ana. Bicara soal bakat, Ana memang memiliki antusias cukup tinggi soal merancang bangunan seperti kuliah yang ia tempuh sejak tiga tahun lalu hingga hari ini. Sejak kecil, ia lebih memilih untuk bermain sambil berkarya. Ya, ketika anak kecil seusianya menyukai boneka, Ana malah gemar menyusun kotak-kotak hingga membuat mahakarya dari tumpukan pasir. Kini, di usianya yang menginjak 24 tahun, Ana sudah bukan lagi pekerja bangunan kelas bawah. Ia sudah memiliki banyak klien, puluhan tukang dan empat staff di kantornya.
